Home Sorotan Warga Resah Aktivitas PT WAI Diduga Alih Fungsi Kapal dan Picu Kebisingan di Perairan

Warga Resah Aktivitas PT WAI Diduga Alih Fungsi Kapal dan Picu Kebisingan di Perairan

8
0
SHARE
Warga Resah Aktivitas PT WAI Diduga Alih Fungsi Kapal dan Picu Kebisingan di Perairan

**KUBU RAYA –** Aktivitas operasional yang dilakukan oleh PT WAI kembali menjadi sorotan masyarakat. Perusahaan tersebut dilaporkan menjalankan kegiatan di wilayah perairan Kabupaten Kubu Raya dengan dugaan adanya perubahan fungsi kapal kargo yang digunakan untuk aktivitas penambangan pasir.

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar area kegiatan mengaku terganggu dengan suara bising yang berasal dari aktivitas operasional perusahaan. Kebisingan tersebut disebut paling terasa pada malam hari sehingga dinilai mengganggu waktu istirahat masyarakat di sekitar lokasi.

“Suaranya cukup keras, terutama saat malam hari. Kami berharap ada pengaturan jam operasional supaya warga bisa beristirahat dengan lebih nyaman,” ujar salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kegiatan, Jumat (17/4/2026).

Selain persoalan kebisingan, warga juga menyoroti keberadaan fasilitas **jetty** atau dermaga yang digunakan untuk menunjang aktivitas operasional tersebut. Fasilitas itu diduga belum mengantongi perizinan resmi, meskipun informasi ini masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak yang berwenang.

Menanggapi hal itu, sejumlah pihak meminta instansi terkait agar dapat melakukan pengecekan langsung di lapangan. Langkah ini dinilai penting guna memastikan apakah kegiatan yang berlangsung telah sesuai dengan aturan yang berlaku, termasuk terkait perizinan operasional serta potensi dampak terhadap lingkungan sekitar.

Dalam regulasi sektor pelayaran dan pertambangan, perubahan fungsi kapal umumnya harus disertai dengan penyesuaian dokumen serta persetujuan dari otoritas terkait sebelum kapal tersebut dapat digunakan untuk kegiatan tertentu.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT WAI belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai informasi dan keluhan yang berkembang di tengah masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut agar tercipta keseimbangan antara aktivitas usaha dan kenyamanan lingkungan bagi warga sekitar.

Editor: Ananda N